viewer

Kamis, 05 Juli 2012

tentang SASTRA; tanya ?


Kemarin, seorang Kawan menanyakan kepada saya (yang tak mau disebut namanya): Apa itu Sastra?
Well, sebenarnya sebagai seorang mahasiswa ber-IP rata-rata saya tak yakin mampu mmenjawab pertanyaan sederhana  namun rumit ini. Namun karena kali ini ego saya setengah mati berteriak agar saya mempertahankan sedikit harga diri sebagai mahasiswa jurusan sastra, saya mencoba menjawabnya.
Sastra.
Sastra adalah ibu dari kehidupan. (EITS, salah, kata teman saya, karena Ibu dari kehidupan adalah filsafat. Tapi, apakah sastra dan filsafat tidak hidup secara berdampingan? Bukankah keduanya tumbuh secara berdampingan? Saling mengisi dan memberi?)
Sastra merupakan sesuatu (sesuatu deh..) yang meletakkan dirinya sebagai penonton, bagi saya. Karena sastra tidak pernah menjustifikasi apapun, siapapun. Sastra bisa menjelma seperti anak kecil yang sangat tertarik menonton pertunjukan kehidupan, sebuah atraksi yang menarik dengan manusia dan segala tingkah polahnya sebagai aktor utamanya.
Di lain kesempatan, sastra akan berubah menjadi ibu yang meneriakkan kepedihan hati anak-anaknya. Ia menjadi lakon yang akan rela, bila perlu, mengorbankan kehidupannya agar orang-orang mendengar jeritan hatinya. Ia menjadi pelindung, pengasuh, pembela, apapun sebutannya yang Anda mau.
Di satu sisi, sastra bisa menjelma menjadi seorang badut pesimis yang menertawakan carut marut kehidupan orang di sekitarnya. Ia akan berlompatan dari satu kepedihan ke kepedihan lain, satu kesedihan ke kesedihan lain, satu tangisan ke tangisan lain.
sastra adalah liang, dan sastra adalah mayat, tapi sastra juga adalah benih yang tumbuh di atasnya.


1 komentar:

  1. mon, kalau fb di nonaktifkan, nyang ini si blog diaktifkan yak....biar tetep hidup.hehe

    btw, visit me in talentamahardika.wordpress.com

    BalasHapus

tolong tinggalin pesan sebelum keluar ya? !^-^!