ini tentang aku dan kamu, dan kita.
aku dan kamu adalah perempuan dan lakilaki dan kita adalah manusia sempurna yang digariskan menjadi khalifah di muka bumi ini, harusnya.
harusnya, kenapa harusnya?
aku, kamu, dan kita tahu bahwa semenjak ibu bumi melahirkan kita, anak manusia yang tidak berbakti, ibu bumi selalu tergores hatinya dengan pedih.
pejah, luka, dan nanah.
aku dan kamu dan kita tahu ada getir di tiap hela nafas ibubumi.
tapi aku dan kamu dan kita hanya menertawakan keresahannya dan memandang rendah kepadanya.
hingga suatu hari ayah kita yang pemarah, sang rajawali cakrawala, sang hyang sombong candradimuka, LANGIT, memaksa kita tersungkur mencium kaki ibu kita, ibu bumi.
ingatkah kamu saudara ku, saat ayah marah ia mengirimkan tiupan napas panasnya yang terkenal itu, hingga membakar hutan milik kita?
masih jelas di telingaku aku dan kamu dan kita berteriak memohon ampun padanya, berjanji kita akan kembali berbakti pada ibu bumi
dan dengan bodohnya kita lalu memalingkan wajah kita dari ibu kita sekali lagi, dan berporapesta di atasnya, mengganyang apa yang ayah langit sisakan dari amarahnya yang lalu
dan sekali lagi,
aku dan kamu dan kita dan anak anak kita menangis, meraung, menjerit, dan menghempaskan diri di telapak kaki,
ah,,
di bawah telapak kaki ibu kita, memintanya, merengek kepadanya, menyusu kepadanya, berlindung dari kemarahan ayah yang menyuruh saudara tua ayah, SAMUDRA, sedikit menyentil kita dengan beribu kubik air laut ke daratan kita
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tolong tinggalin pesan sebelum keluar ya? !^-^!